KESUKSESAN Hotel Grand Clarion menjadi market leader di Makassar tidak dicapai dengan mudah. Anggiat Sinaga selaku orang yang paling bertanggung jawab terhadap pengembangan hotel itu, melakukan berbagai upaya agar penetrasi bisnis itu tidak gagal di tengah jalan.
Prioritas utama bisnis tersebut adalah kepuasan pengunjung. Sedikit saja kesalahan yang dilakukan, dianggap sebagai aib yang harus diganjar dengan sanksi yang setimpal. Dicontohkan, setiap karyawan yang datang terlambat, meski hanya satu menit,akan mendapat hukuman mencuci piring selama tiga jam.
“Yang dihukum harus mengenakan rompi dinas kebersihan lengkap dengan tulisan ‘Sedang Dihukum’ di bagian punggung. Setelah itu mereka juga difoto dan dimuat di buletin karyawan.Setiap bulan pihak manajemen akan mengumumkan kinerja karyawan termalas, berapa kali terlambat,” kata dia.
Menariknya, sanksi itu tak hanya bagi karyawan, tapi juga bagi Anggiat dan jajaran manajer lainnya.Anggiat mengakui bahwa gaya kepemimpinannya memang mirip militer.Namun, sebagai pelaku bisnis perhotelan, kepuasan pelanggan memang sangat didahulukan.
Bukan hanya hukuman (punishment), karyawan yang menunjukkan kinerja yang bagus sepanjang tahun akan diberikan penghargaan khusus oleh manajemen.Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk apa saja dan diserahkan saat perayaan hari ulang tahun hotel tersebut. Demikian catatan online Ciracas-x yang berjudul KESUKSESAN Hotel Grand Clarion.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu